informacion@clubelpadrinointernacional.coColombia +311 2279466

Kampung Inggris Pare Kediri

Kampung Inggris Pare Kediri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy nampaknya menikmati keputusan kontroversial. Baru-baru ini ada edisi lima hari sekolah, dan sekarang kami memiliki peraturan lain yang menyebabkan kegemparan: zonasi untuk mendaftarkan siswa baru. Sebagai jalan keluar malam kualitas sekolah, ini adalah ide bagus. Tapi tanpa perencanaan yang tepat, zonasi hanya akan menimbulkan masalah. Bukan berita bahwa sistem pendidikan di Indonesia tidak pernah konsisten. Sekolah, siswa dan orang tua siswa adalah korban peraturan baru yang konstan.

Kampung Inggris Pare Kediri. Kebijakan zonasi terbaru dalam pendaftaran siswa baru, yang akan mulai berlaku pada tahun akademik 2017, adalah sebuah contoh. Tanpa persiapan yang tepat, sistem zonasi digulirkan secara nasional. Itu baru diperkenalkan pada bulan Mei tahun ini dengan mengumpulkan 200 kepala dinas pendidikan lokal dari seluruh Indonesia, dan kemudian diimplementasikan sebulan kemudian.

Semua sekolah negeri diwajibkan untuk mendaftarkan 90 persen siswa mereka dari zona yang dekat dengan sekolah. Tempat tinggal mereka didasarkan pada alamat kartu keluarga yang dikeluarkan dalam waktu enam bulan setelah pendaftaran. Kampung Inggris Pare Kediri. Sisanya 10 persen siswa adalah untuk mereka yang memiliki nilai bagus dan yang telah pindah rumah.

Kebingungan telah terjadi di beberapa daerah. Di SMA Bekasi saya, ada antrian panjang orang yang menunggu untuk mendaftarkan anak mereka, dan banyak orang tua memprotes. Proses pendaftarannya panjang karena alamat setiap calon siswa harus diperiksa menggunakan peta Google. Jika rumah ternyata berada di zona terdekat, pemohon menerima poin. Masalahnya adalah tidak semua pejabat ahli dalam menggunakan sistem ini. Baca juga Kampung Inggris Kediri. Akibatnya, orang harus menunggu 3-4 jam untuk registrasi.

Ada juga kekacauan di SMP Bengkulu IV. Ada begitu banyak orang tua yang protes sehingga polisi harus berjaga di sekolah. Kampung Inggris Pare Kediri. Puluhan orang tua memadati kantor walikota Bengkulu yang mengklaim bahwa sistem penilaian zona dianiaya dengan menggandakan petugas pendaftaran yang mengizinkan siswa untuk mendaftar melalui pintu belakang. Mereka hanya memodifikasi nilai zonasi untuk menambahkan poin.